Alamat IP pada dasarnya adalah angka 32-bit. Meskipun kami biasanya merepresentasikannya dalam format desimal bertitik (misalnya, 192.168.1.1) agar mudah dibaca, komputer memprosesnya sebagai data biner atau heksadesimal.
Cara Kerjanya
Setiap oktet alamat IP (angka di antara titik-titik) mewakili 8 bit, atau 1 byte. Dalam heksadesimal, setiap byte berkisar dari 00 hingga FF.
- Contoh IP: 192.168.1.1
- 192 = C0
- 168 = A8
- 1 = 01
- 1 = 01
- Hasil: C0A80101 (atau 0xC0A80101)
Kegunaan Umum
- Pemrograman: Pemrograman jaringan tingkat rendah sering kali memerlukan alamat IP dalam format hex.
- Menganalisis Paket: Network sniffer dan penganalisis paket menampilkan header IP dalam hex.
- Kebingungan: Terkadang digunakan untuk mewakili IP dalam URL (meskipun browser modern mungkin memblokirnya).